Sewaktu kecil, mungkin membeli es krim adalah perkara yang sederhana. Kamu hanya perlu memilih rasa es krim yang kamu sukai. Ada rasa cokelat, vanila, stroberi, dan yang paling trendi mungkin adalah rasa kombinasi buah-buahan yang warnanya seperti pelangi. Kemudian, kamu juga bisa memilih apakah ingin membeli es krim dalam bentuk cone, stick, atau–kalau masa kanak-kanakmu beruntung–wadah besar seperti ember. Setelah kamu dewasa dan menelusuri seluk-beluk kuliner dingin lebih lanjut, kamu akan menyadari bahwa ada hidangan-hidangan dingin lain yang tampak serupa, tapi tak sama. Benda beku di dalam mangkuk kecil yang kamu lihat bisa jadi adalah es krim, gelato, atau
yogurt beku. Memang apa, sih, perbedaan ketiganya? Kalau dilihat sekilas, memang hampir sama saja, tapi ketika kamu mencoba membandingkannya, kamu akan tahu bahwa ketiga hidangan lezat itu memiliki keunikan masing-masing. Yuk, kita bahas satu per satu.

Es Krim

Es krim adalah hidangan dingin yang paling dikenal luas di seluruh dunia. Hampir semua orang menyukai es krim. Makanan populer ini dikenal di semua lapisan masyarakat, mulai dari penikmat es krim di pinggir jalan sampai penggila es krim high-end di restoran elit, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pada dasarnya, es krim terbuat dari susu, krim, dan pemanis, meski beberapa di antaranya juga ada yang menggunakan kuning telur. Kadangkadang, es krim juga diberi tambahan bahan-bahan padat sebagai pelengkap, misalnya butiran cokelat, potongan biskuit, wafer, atau kacang-kacangan. Dalam proses pembuatannya, bahan es krim diaduk dengan kecepatan tinggi hingga terdapat udara yang masuk ke dalamnya. Udara tersebut membuat volume es krim mengembang, teksturnya menjadi lebih halus, dan mudah disendok. Jumlah udara yang masuk ini dikenal dengan istilah overrun. Kebanyakan es krim yang dijual di pasaran memiliki tingkat overrun antara 50% hingga 90% (artinya, volumenya bertambah 50% atau
90% dari volume asli). Umumnya, es krim berharga murah memiliki tingkat overrun yang tinggi agar porsinya terlihat besar dan banyak.

Selain itu, salah satu ciri es krim adalah mengandung lemak dalam jumlah tertentu. Di Amerika Serikat, untuk dapat diakui sebagai “es krim”, sebuah produk es harus memiliki kandungan lemak minimal 10%. Es krim berkualitas rendah biasanya memiliki kandungan lemak 11% hingga 12%, sementara produk dengan kualitas tinggi memiliki kandungan 16%
atau lebih. Untuk menjaga kepadatannya, es krim dihidangkan dalam suhu sekitar -12o Celcius. Oleh karena itulah, es krim sangat nikmat untuk disantap saat musim panas.

Bali Ice Cream

Gelato

Banyak orang beranggapan bahwa gelato adalah nama lain untuk es krim dalam bahasa Italia. Hal itu tidak sepenuhnya salah, tapi perlu kita ketahui bahwa “es krim” khas Italia tersebut memiliki perbedaan dengan es krim biasa. Perbedaan yang paling mudah dikenali adalah pada kepadatannya. Bila es krim diaduk dengan kecepatan tinggi untuk
memasukkan udara ke dalamnya, gelato justru sebaliknya. Hidangan ini diaduk dengan gerakan yang lebih lambat sehingga udara yang masuk pun jauh lebih sedikit. Hal ini mengakibatkan tekstur gelato menjadi lebih padat, berat, dan tidak cepat mencair jika dibandingkan dengan es krim.

Selain pada tingkat kepadatannya, gelato juga memiliki bahan dan kandungan yang agak berbeda. Dibandingkan es krim, hidangan ini memiliki kandungan susu yang lebih tinggi serta kandungan krim dan telur yang lebih rendah (kalaupun ada). Gelato juga memiliki kandungan lemak yang lebih rendah daripada es krim, yaitu antara 3% hingga 8% saja.
Karena memiliki bentuk yang lebih padat, gelato biasanya dihidangkan dalam suhu yang tidak sedingin es krim untuk mempertahankan kondisinya. Sama seperti es krim, gelato juga bisa dihidangkan bersama bahan-bahan padat seperti butiran cokelat atau kacang.

Bali Ice Cream

Yogurt Beku

Hidangan dingin ketiga adalah yogurt beku atau frozen yogurt (dikenal juga dengan singkatan froyo). Kalau kamu suka mengonsumsi yogurt, kamu pasti tahu bahwa yogurt yang mengandung bakteri baik sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, terutama untuk diet dan menjaga kesehatan saluran pencernaan. Nah, froyo ini adalah varian yogurt yang
dapat memuaskan para penggemar hidangan dingin.

Berbeda dengan es krim dan gelato, froyo dibuat dari yogurt dan susu (bukan krim). Froyo memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan es krim dan memiliki jumlah kalori yang lebih rendah dibandingkan gelato. Menurut Center for Science in the Public Interest, froyo umumnya memiliki kandungan gula yang lebih sedikit dibandingkan gelato. Setengah mangkuk froyo cokelat atau vanila mengandung sekitar 17 gram gula, sementara gelato dalam takaran yang sama mengandung 27 gram gula.

Manakah yang Terbaik?

Ukuran “terbaik” tentu saja relatif bagi setiap orang. Ada banyak faktor untuk menentukan mana yang terbaik di antara ketiga hidangan tersebut, mulai dari kandungan nutrisi, kalori, tekstur, rasa, tingkat keawetan, hingga kondisi cuaca saat kamu menyantapnya. Di samping itu, setiap merek es krim, gelato, atau yogurt beku juga bisa memiliki kandungan yang berbeda-beda. Misalnya, yogurt beku tampaknya adalah pilihan yang tepat bagi kamu yang
ingin mengurangi kadar lemak dan kalori. Namun jangan lupa, sebuah produk yogurt beku bisa saja telah diberi bahan-bahan tambahan yang tidak cocok dengan dietmu, mulai dari tambahan gula hingga topping yang kurang menyehatkan. Selalu periksa kandungan gizi dan bahan-bahan dari produk yang kamu beli. Pilihlah topping yang menyehatkan, seperti buah segar atau kacang. Alternatif lain, kamu bisa membuat hidangan dinginmu sendiri atau membelinya dari produsen yang terpercaya.